Bandung | Anggota DPRD Kota Bandung dari Daerah Pemilihan 6, Indri Rindani mendorong program Padat Karya tidak hanya bersifat seremonial, namun harus berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi kebersihan lingkungan juga masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Indri Rindani saat membuka kegiatan Padat Karya Tahun 2026 di Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Kamis, 16 April 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta, turut dihadiri oleh Camat Bandung Kulon, Drs. Yogiarto Yoharim, M.M.; Lurah Cigondewah Rahayu, Iwan Rohendi, S.H.; serta perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Indri Rindani menuturkan bahwa Program Padat Karya merupakan langkah nyata hadirnya Pemerintah Kota Bandung secara langsung, sebagai upaya mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya solusi menekan angka pengangguran.
Selain itu, Program Padat Karya juga berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan melalui berbagai kegiatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur skala kecil di tingkat kelurahan. Sehingga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi di lingkungan disekitarnya.
"Melalui program ini, teh Indri menitikberatkan bahwa pelaksanaan menjaga kualitas kebersihan lingkungan tidak hanya ketika selama program ini berlangsung saja, tetapi harus terus berlanjut," ujarnya.
Indri Rindani juga mengapresiasi partisipasi aktif warga Kelurahan Cigondewah Rahayu yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut Indri, keberhasilan Program Padat Karya sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
Apalagi Kota Bandung saat ini dengan permasalahan yang luar biasa yaitu, sampah, banjir, dan kemacetan membutuhkan peran bersama untuk menyelesaikannya.
"Oleh karena itu, mari kita mulai bergerak bersama dari tingkat kewilayahan untuk Bandung bisa tumbuh lebih baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Indri menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program-program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Sehingga diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat untuk menikmati lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk ditinggali, namun juga pertumbuhan ekonomi secara langsung,
"Diharapkan Program Padat Karya dapat berimplikasi tidak hanya bagi kualitas lingkungan, akan tetapi juga bagi pergerakan perekonomian yang ada di masyarakat," katanya.*Cipta (B)
humasDPRD
