Jabar,-
Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran tahun ini Jajaran Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jabar, melaksanakan Patroli Mandiri di sepanjang jalur mudik wilayah Purwakarta hingga Karawang.
Kegiatan ini, merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Barat.
Patroli ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Iptu Heryanto Ahmad Rojak S.H., dalam pelaksanaannya personel Sat-Brimob Polda Jabar tidak hanya melakukan pemantauan keamanan, tetapi juga turut serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pemudik.
Salah satu aksi nyata mereka, adalah membantu masyarakat yang mengalami kendala di jalan, seperti ketika sebuah keluarga pemudik mengalami pecah ban di tengah perjalanan menuju kampung halaman.
Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji S.I.K., mengatakan bahwa Sat-Brimob Polda Jabar berkomitmen hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melaksanakan perjalanan mudik. Ketika melihat ada warga yang mengalami kesulitan, seperti kendaraan mogok atau ban pecah, personel yang bertugas langsung bergerak membantu tanpa diminta.
Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan ini, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat maupun para pemudik yang merasa sangat terbantu.
"Kegiatan Patroli Mandiri ini, merupakan bentuk penguatan pelayanan Polri kepada masyarakat selama Operasi Ketupat berlangsung." katanya pada Sabtu, 5/4/2025 kemarin.
“Patroli ini, adalah wujud kehadiran negara melalui Sat-Brimob Polda Jabar di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan, bahwa para pemudik bisa sampai ke kampung halaman dengan aman, tertib dan lancar. Selain pengamanan, kami juga siap membantu dalam bentuk kemanusiaan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji S.I.K., menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap kegiatan pengamanan.
“Sat-Brimob Polda Jabar tidak hanya hadir dengan senjata, tetapi juga dengan hati. Pendekatan humanis menjadi kunci dalam setiap operasi, terutama di momen seperti ini, di mana masyarakat sedang menjalankan tradisi pulang kampung. Kami ingin memberikan rasa aman sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujar Kombes Donyar.
Operasi Ketupat Lodaya 2025 akan terus berlangsung, hingga arus balik Lebaran mendatang dengan penguatan pengamanan dan bantuan kemanusiaan di titik - titik rawan sepanjang jalur mudik di Jawa Barat. (Redaksi)
Editor Toni Mardiana.
Makalah Polri, Naskap Polri, Artikel Polri, Kamtibmas, Intelejen, Polmas, Unjuk Rasa, Polisi Sipil, Presisi Polisi sipil dalam konteks Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) merujuk pada paradigma baru yang menekankan pelayanan masyarakat, demokrasi, dan interaksi harmonis. Ini berarti polisi berperan sebagai pelayan masyarakat, bukan penguasa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam menjalankan tugasnya. Penjelasan lebih lanjut: Paradigma Baru: Polisi sipil adalah perubahan cara pandang dalam tubuh Polri, dari yang mungkin sebelumnya lebih otoriter menjadi lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat dan nilai-nilai demokrasi.
Pelayanan Masyarakat: Polisi sipil menekankan pada tugas polisi sebagai pelayan masyarakat, bukan penguasa yang harus ditakuti. Ini berarti polisi harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang baik. Nilai-nilai Demokrasi: Polisi sipil harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dalam menjalankan tugasnya, termasuk menghormati hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Interaksi Harmonis:Polisi sipil berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Ini mencakup komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kamtibmas, Intelijen, dan Polmas:Polisi sipil juga terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), intelijen, serta pembinaan hubungan masyarakat (Polmas). Unjuk Rasa:Dalam konteks unjuk rasa, polisi sipil harus mengedepankan penanganan yang profesional, mengutamakan dialog, dan menghindari tindakan represif yang dapat memperkeruh situasi.