"485 Santri dari 31 Kecamatan Siap Unjuk Potensi"
Kabupaten Bandung,-
Sebanyak 485 santri dari 31 Kecamatan se-Kabupaten Bandung, mengikuti PORSADIN VIII DPC FKDT Kabupaten Bandung Tahun 2026, yang resmi dibuka pada Sabtu, 19 September 2026 kemarin. Kegiatan ini, menjadi ruang strategis bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk mengembangkan potensi, memperteguh karakter, memperluas silaturahmi serta menumbuhkan sikap sportivitas Rabu, 22/9/2026.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Nardi Sunardi S.E., Staf Ahli Bupati Bandung selaku wakil Bupati Bandung, menandai dimulainya rangkaian perlombaan.
Pemasangan tanda peserta serta tanda pengenal dewan juri dan wasit dilakukan oleh H. Asep Saepulloh, M.Si., Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Bandung, mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Bandung.
Hadir pula Dr. KH. Yusuf Ali Tanthowi, Ketua Baznas Kabupaten Bandung, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai wahana peningkatan kapasitas dan prestasi santri.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung, Dr. H. Daud Nurdin, M.H., menegaskan bahwa "PORSADIN bukan hanya ajang untuk mencari juara, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, menggali potensi santri serta membangun karakter dan sportivitas. Kami berharap lahir generasi santri yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak dan bersemangat menuntut ilmu."Tuturnya.
Penyelenggaraan ini tidak semata mengejar capaian kompetitif, melainkan penguatan eksistensi pendidikan diniyah sekaligus panggung bagi santri untuk menampilkan performa terbaiknya.
Pembina DPC FKDT Kabupaten Bandung, Drs. KH. Mamat Saeful Qodir M.Si., memimpin pembacaan doa agar seluruh rangkaian berjalan lancar, aman dan bermanfaat. Kehadiran para pembina memperlihatkan bahwa PORSADIN tetap mengutamakan nilai keagamaan, ukhuwah, akhlak serta pembentukan karakter.
14 Cabang Kompetisi : Agama, Seni, hingga Olahraga
PORSADIN VIII mempertandingkan beragam cabang yang mengakomodasi potensi luas para santri ;
Bidang Cabang Kompetisi ;
- Keagamaan Tahfidz Juz Amma, MQK Safinatun Najah, MTQ, Murotal wal Imla’.
- Bahasa & Komunikasi Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Cerdas Cermat Diniyah.
- Seni & Budaya Kaligrafi, Puisi Islami, Shalawat Solo, Adzan.
- Olahraga Lari Sprint 100 Meter, Bulu Tangkis Tunggal, Tenis Meja Tunggal.
Dukungan datang dari 454 official dan pembina, menunjukkan betapa kokohnya ekosistem pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Bandung.
PORSADIN memberikan pengalaman berharga yang melengkapi pembelajaran di madrasah :
- Berani tampil di hadapan publik.
- Menerima kemenangan & kekalahan secara sportif.
- Membangun kerja sama tim & menghargai lawan.
- Belajar bertanggung jawab atas proses yang dijalani.
- Menjaga etika, menghargai perbedaan, menyelaraskan diri dengan kepentingan bersama.
Pengalaman ini membentuk karakter ; keteguhan sikap, kepercayaan diri, semangat kebersamaan dan mental yang tangguh.
PORSADIN VIII, diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih jauh, menjadi proses pembinaan berkelanjutan yang melahirkan santri berkemampuan, berkarakter kuat, percaya diri dan semakin mencintai pendidikan diniyah.
Semangat kompetisi berjalan seiring dengan semangat ukhuwah, sportivitas, akhlak serta komitmen terhadap pembinaan prestasi. Di balik setiap piala, ada kerja panjang belajar, berlatih, keberanian tampil, serta bimbingan konsisten para pembina dan dukungan seluruh pihak.
Pada akhirnya, PORSADIN adalah tentang bagaimana pendidikan diniyah melahirkan generasi santri yang berprestasi, berakhlak, percaya diri, sportif dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Responden : Pengurus FKDT Jawa Barat & Pengurus FKDT Kabupaten Bandung.
(Redaksi)
Editor TM.