SUKAJAYA, LEMBANG - Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang menggelar kegiatan Silaturahmi antara Pengurus, Pengawas dan Anggota, bertempat di Desa Sukajaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 24 September 2026.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan KPSBU untuk mempererat hubungan antara koperasi dengan para anggota peternak sapi perah.
Ketua KPSBU Lembang, Drs. H. Dedi Setiadi, SP., menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi mengenai organisasi, berbagai kegiatan koperasi, serta informasi dari Pemerintah Desa dan Satgas Citarum Harum untuk bekerja sama dan berkolaborasi.
"Fokusnya adalah penanganan kotoran hewan (kohe), peningkatan produksi dan kualitas susu, kebersihan lingkungan, dan kemanfaatan usaha bagi anggota. Yang paling penting adalah ada kedekatan antara pengurus dan anggota. Pelayanan ini kami sampaikan kepada yang tercatat sebagai anggota," jelas H. Dedi Setiadi.
Ia menegaskan bahwa produksi susu sapi perah lokal saat ini baru memenuhi 20 persen kebutuhan Nasional, sehingga masih ada 80 persen peluang yang bisa diraih oleh para peternak.
"Semoga kita bersemangat, anggota juga semakin tertib dan tidak membuang kotoran ke sungai. Kotorannya bisa diolah menjadi pupuk. Karena koperasi ini dari, oleh dan untuk anggota," tegasnya.
lanjutnya, kotoran sapi memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik, di antaranya bisa diolah menjadi bio gas, pupuk tanaman atau kompos organik, pakan ternak cacing, dan inovasi terbaru menjadi Bio CNG (Compressed Natural Gas).
Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat, yang turut hadir menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mendorong para peternak agar lebih memanfaatkan limbah kotoran hewan.
"Kegiatan ini lebih untuk mendorong lagi kepada para peternak untuk memanfaatkan khususnya limbah kohe-nya. Sebagian ada juga yang belum memanfaatkan," ujar Asep Jembar.
"Baik untuk pupuk organik, bio gas, maupun pakan ternak cacing. Tujuannya biar kebersihan lingkungan di masyarakat terjaga, khususnya bagi masyarakat Desa Sukajaya, dan sungai kita bersih dari pencemaran limbah," pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara KPSBU, Pemerintah Desa dan Satgas Citarum Harum ini, diharapkan lingkungan menjadi bersih, sungai bebas kohe, dan kesejahteraan peternak meningkat.
(Yusup)