KARAWANG —
Forum Musisi Karawang (FMK) mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang, agar momentum peringatan Hari Jadi dapat menjadi ruang inklusif bagi keberagaman komunitas seni, musisi, seniman, pekerja kreatif serta talenta lokal yang tumbuh dan berkarya di daerah ini Sabtu, 19/9/2026.
Ketua Umum FMK, Deni Abdul Gofur, menyampaikan pihaknya menghormati komunitas yang telah dipercaya terlibat dalam rangkaian kegiatan. Namun yang perlu menjadi perhatian bukan siapa yang tampil, melainkan bagaimana momentum besar daerah dapat memberi ruang yang lebih luas dan representatif bagi seluruh ekosistem seni Karawang.
"Karawang memiliki banyak komunitas seni, musisi, seniman tradisi, pekerja kreatif serta talenta lokal dengan karya dan karakter yang beragam. Mereka semua, adalah bagian dari kekayaan seni dan budaya Karawang. " Ujar Deni.
Bagi FMK, bahwa Hari Jadi bukan sekadar pertunjukan melainkan sarana mempertemukan komunitas, memperkenalkan talenta kepada masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem seni daerah.
"Ini bukan soal FMK dapat panggung atau tidak. Kami juga tidak mempersoalkan komunitas yang sudah dilibatkan, kami suarakan adalah kesetaraan ruang, keterbukaan kesempatan dan semangat kolaborasi bagi seluruh pelaku seni Karawang, " lanjutnya.
Senada. Sekretaris FMK Dian Herdiawan, menegaskan pelibatan seniman tidak boleh sekadar dijadikan hiburan, melainkan bagian dari pembinaan dan pembangunan ekosistem seni yang berkelanjutan.
"Yang dibangun bukan hanya acaranya, tetapi ekosistemnya. Banyak talenta belum dikenal, karena belum mendapat ruang yang cukup untuk menunjukkan karya. Hari Jadi seharusnya menjadi etalase bagi seluruh potensi tersebut. " Ucap Dian.
Semakin banyak komunitas diberi kesempatan, semakin besar peluang regenerasi dan lahirnya kolaborasi baru.
" Kami tidak ingin ini berkembang jadi sentimen antarkomunitas. Justru sebaliknya, kami ingin semua tumbuh bersama. Bukan soal siapa paling berhak, melainkan bagaimana kita menciptakan lebih banyak panggung untuk karya ".
Dian berharap dibangun ruang komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan para pelaku seni, agar potensi dapat dipetakan dan dilibatkan sesuai bidang dan karakter masing - masing.
" Pemerintah tidak mungkin tahu seluruh potensi tanpa berkomunikasi dengan pelakunya. Komunitas pun tidak bisa hanya menunggu, dibutuhkan ruang komunikasi dan kolaborasi, pemerintah membuka ruang, komunitas membawa karya dan masyarakat yang menikmatinya ".
FMK mendesak, agar penyelenggaraan kegiatan daerah kedepan menerapkan mekanisme pelibatan yang semakin terbuka, inklusif dan kolaboratif mencakup panggung pertunjukan, kolaborasi lintas komunitas, ruang ekspresi seni tradisi maupun modern serta kesempatan bagi talenta baru.
Aspirasi ini bukan untuk mengambil ruang pihak lain, melainkan membangun ekosistem seni Karawang yang lebih sehat.
" Karawang terlalu kaya akan seni dan talenta jika keberagamannya tidak mendapat ruang untuk tampil, bukan saling berebut panggung, tetapi memperbanyak panggung. Bukan mempertentangkan komunitas, tetapi mempertemukan karya ".
Karawang, adalah rumah kita bersama. Dan dari seni, lahirlah kehidupan.
Semboyan : Dari Seni Lahirlah Kehidupan.
Wartawan Irfan Sahab SE.
Editor TM.